android

Android (sistem operasi)
Android
Home screen yang ditampilkan dari
Google Galaxy Nexus oleh Google
dan Samsung, terdapat Android 4.0
“Ice Cream Sandwich”
Situs web :
android.com
Perusahaan/
pengembang :
Google Inc. ,
Open Handset Alliance
Model kode sumber:
Perangkat lunak bebas dan
bersumber terbuka
Rilis terbaru
• Stabil:
2.3 .4 (Gingerbread) [1] / 9 Februari
2011 [1]
Tipe kernel :
Monolitik ( Linux )
Lisensi :
Apache 2.0 dan GPLv2 [2]
Status:
Aktif
Android adalah sistem operasi untuk
telepon seluler yang berbasis Linux .
Android menyediakan platform
terbuka bagi para pengembang buat
menciptakan aplikasi mereka sendiri
untuk digunakan oleh bermacam
peranti bergerak. Awalnya, Google
Inc. membeli Android Inc., pendatang
baru yang membuat peranti lunak
untuk ponsel. Kemudian untuk
mengembangkan Android,
dibentuklah Open Handset Alliance,
konsorsium dari 34 perusahaan
peranti keras, peranti lunak, dan
telekomunikasi, termasuk Google ,
HTC, Intel, Motorola , Qualcomm, T-
Mobile , dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android,
5 November 2007, Android bersama
Open Handset Alliance menyatakan
mendukung pengembangan standar
terbuka pada perangkat seluler. Di lain
pihak, Google merilis kode–kode
Android di bawah lisensi Apache,
sebuah lisensi perangkat lunak dan
standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis
distributor sistem operasi Android.
Pertama yang mendapat dukungan
penuh dari Google atau Google Mail
Services (GMS) dan kedua adalah yang
benar–benar bebas distribusinya
tanpa dukungan langsung Google
atau dikenal sebagai Open Handset
Distribution (OHD).
Sejarah
Kerjasama dengan Android Inc.
Pada Juli 2000, Google bekerjasama
dengan Android Inc., perusahaan
yang berada di Palo Alto, California
Amerika Serikat. Para pendiri Android
Inc. bekerja pada Google, di
antaranya Andy Rubin, Rich Miner,
Nick Sears, dan Chris White. Saat itu
banyak yang menganggap fungsi
Android Inc. hanyalah sebagai
perangkat lunak pada telepon seluler.
Sejak saat itu muncul rumor bahwa
Google hendak memasuki pasar
telepon seluler. Di perusahaan
Google, tim yang dipimpin Rubin
bertugas mengembangkan program
perangkat seluler yang didukung oleh
kernel Linux. Hal ini menunjukkan
indikasi bahwa Google sedang bersiap
menghadapi persaingan dalam pasar
telepon seluler.
Versi android terbaru yaitu versi 3.0 .
Android juga sudah bergabung
dengan beberapa smart mobile
seperti Samsung, Sony Ericsson dan
lainnya.
2007-2008 : Produk awal
Sekitar September 2007 sebuah studi
melaporkan bahwa Google
mengajukan hak paten aplikasi
telepon seluler (akhirnya Google
mengenalkan Nexus One, salah satu
jenis telepon pintar GSM yang
menggunakan Android pada sistem
operasinya. Telepon seluler ini
diproduksi oleh HTC Corporation dan
tersedia di pasaran pada 5 Januari
2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan
anggota baru yang bergabung dalam
program kerja Android ARM Holdings,
Atheros Communications, diproduksi
oleh Asustek Computer Inc , Garmin
Ltd , Softbank , Sony Ericsson, Toshiba
Corp , dan Vodafone Group Plc. Seiring
pembentukan Open Handset Alliance,
OHA mengumumkan produk perdana
mereka, Android, perangkat bergerak
(mobile ) yang merupakan modifikasi
kernel Linux 2.6 . Sejak Android dirilis
telah dilakukan berbagai pembaruan
berupa perbaikan bug dan
penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai
sistem operasi Android adalah HTC
Dream, yang dirilis pada 22 Oktober
2008. Pada penghujung tahun 2009
diperkirakan di dunia ini paling sedikit
terdapat 18 jenis telepon seluler yang
menggunakan Android.
Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis
Android versi 1.1 . Android versi ini
dilengkapi dengan pembaruan estetis
pada aplikasi, jam alarm, voice search
(pencarian suara), pengiriman pesan
dengan Gmail, dan pemberitahuan
email .
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google
kembali merilis telepon seluler dengan
menggunakan Android dan SDK
(Software Development Kit) dengan
versi 1.5 (Cupcake). Terdapat
beberapa pembaruan termasuk juga
penambahan beberapa fitur dalam
seluler versi ini yakni kemampuan
merekam dan menonton video
dengan modus kamera, mengunggah
video ke Youtube dan gambar ke
Picasa langsung dari telepon,
dukungan Bluetooth A2 DP,
kemampuan terhubung secara
otomatis ke headset Bluetooth,
animasi layar, dan keyboard pada
layar yang dapat disesuaikan dengan
sistem.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6 ) dirilis pada
September dengan menampilkan
proses pencarian yang lebih baik
dibanding sebelumnya, penggunaan
baterai indikator dan kontrol applet
VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang
memungkinkan pengguna untuk
memilih foto yang akan dihapus;
kamera, camcorder dan galeri yang
dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1 x,
VPN, Gestures, dan Text-to- speech
engine; kemampuan dial kontak;
teknologi text to change speech (tidak
tersedia pada semua ponsel;
pengadaan resolusi VWGA.
Android versi 2.0 /2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali
diluncurkan ponsel Android dengan
versi 2.0/ 2.1 (Eclair) , perubahan yang
dilakukan adalah pengoptimalan
hardware, peningkatan Google Maps
3.1 .2, perubahan UI dengan browser
baru dan dukungan HTML5 , daftar
kontak yang baru, dukungan flash
untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom,
dan Bluetooth 2.1 .
Untuk bergerak cepat dalam
persaingan perangkat generasi
berikut, Google melakukan investasi
dengan mengadakan kompetisi
aplikasi mobile terbaik ( killer apps –
aplikasi unggulan). Kompetisi ini
berhadiah $25,000 bagi setiap
pengembang aplikasi terpilih.
Kompetisi diadakan selama dua tahap
yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi
terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan
semakin bertambahnya jumlah
handset Android, semakin banyak
pihak ketiga yang berminat untuk
menyalurkan aplikasi mereka kepada
sistem operasi Android. Aplikasi
terkenal yang diubah ke dalam sistem
operasi Android adalah Shazam,
Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem
operasi Android dalam situs Internet
juga dianggap penting untuk
menciptakan aplikasi Android asli,
contohnya oleh MySpace dan
Facebook.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen
Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2
(Froyo) diluncurkan. Perubahan-
perubahan umumnya terhadap versi-
versi sebelumnya antara lain
dukungan Adobe Flash 10.1,
kecepatan kinerja dan aplikasi 2
sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8
JavaScript engine yang dipakai Google
Chrome yang mempercepat
kemampuan rendering pada browser,
pemasangan aplikasi dalam SD Card,
kemampuan WiFi Hotspot portabel,
dan kemampuan auto update dalam
aplikasi Android Market.
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi
2.3 (Gingerbread) diluncurkan.
Perubahan-perubahan umum yang
didapat dari Android versi ini antara
lain peningkatan kemampuan
permainan (gaming), peningkatan
fungsi copy paste, layar antar muka
(User Interface) didesain ulang,
dukungan format video VP8 dan
WebM, efek audio baru (reverb,
equalization, headphone
virtualization, dan bass boost),
dukungan kemampuan Near Field
Communication (NFC), dan dukungan
jumlah kamera yang lebih dari satu.
Android versi 3.0 /3.1 (Honeycomb )
Android Honeycomb dirancang
khusus untuk tablet. Android versi ini
mendukung ukuran layar yang lebih
besar. User Interface pada
Honeycomb juga berbeda karena
sudah didesain untuk tablet.
Honeycomb juga mendukung multi
prosesor dan juga akselerasi
perangkat keras (hardware) untuk
grafis. Tablet pertama yang dibuat
dengan menjalankan Honeycomb
adalah Motorola Xoom. Perangkat
tablet dengan platform Android 3.0
akan segera hadir di Indonesia.
Perangkat tersebut bernama Eee Pad
Transformer produksi dari Asus.
Rencana masuk pasar Indonesia pada
Mei 2011.
Fitur
Fitur yang tersedia di Android adalah:
Kerangka aplikasi: itu
memungkinkan penggunaan dan
penghapusan komponen yang
tersedia.
Dalvik mesin virtual: mesin virtual
dioptimalkan untuk perangkat
mobile.
Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D
berdasarkan pustaka OpenGL.
SQLite: untuk penyimpanan data.
Mendukung media: audio, video,
dan berbagai format gambar
(MPEG4, H.264 , MP3,
AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan
WiFi (hardware dependent)
Kamera, Global Positioning System
(GPS), kompas, dan accelerometer
(tergantung hardware)
Android bagi komunitas sumber
terbuka (open source)
Android memiliki berbagai
keunggulan sebagai software yang
memakai basis kode komputer yang
bisa didistribusikan secara terbuka
(open source) sehingga pengguna
bisa membuat aplikasi baru di
dalamnya. Android memiliki aplikasi
native Google yang terintegrasi seperti
pushmail Gmail, Google Maps , dan
Google Calendar .
Para penggemar open source
kemudian membangun komunitas
yang membangun dan berbagi
Android berbasis firmware dengan
sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur
tambahan, seperti FLAC lossless audio
dan kemampuan untuk menyimpan
download aplikasi pada microSD card.
Mereka sering memperbaharui paket-
paket firmware dan menggabungkan
elemen-elemen fungsi Android yang
belum resmi diluncurkan dalam suatu
carrier-sanction firmware.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s