Melihat dari dekat Curug penampen

image

Curug penampen saat airnya berlimpah

Setelah sebelumnya baru bisa searching tentang curug penampen, akhirnya saya memutuskan untuk menyempatkan diri mengunjungi curug yang masih belum banyak ter-ekspose ini. Dan hasilnya, hmmm…

image

Curug penampen

Sedikit kecewa sih, kayaknya timing berkunjungnya kurang pas nih. Gak seperti poto diatas, kondisi curug penampen saat saya berkunjung hampir sama seperti Curug Mandala dimana airnya hanya sedikit. Mungkin buat masbro yang ingin berkunjung ke tempat ini, sebaiknya pastikan dulu setelah hujan di bagian hulu, sehingga besar kemungkinan debit airnya juga sedang banyak.

image

Curug penampen saat surut

Meskipun begitu, sedikit bersyukur juga setelah melihat medan yang harus dilalui menuju curug penampen ini yang lumayan berat, gak bisa bayangin kalau main kesini saat habis hujan,kayaknya perlu perjuangan ekstra masbro…

Kondisi akses ke curug Penampen
Sebagai pembukaan, mari lihat kondisi medan yang harus dilalui untuk sampai ke curug penampen ini.
Sebelumnya, saya memutuskan mengajak beberapa teman untuk menemani. Selain karena belum tahu lokasi persisnya sehingga sedikit khawatir kalau sampai nyasar sendirian, juga untuk berjaga-jaga mengingat akses ke curug yang katanya masih alami ini lumayan susah.

Sebagai patokan awal, dari curug mandala tinggal mengikuti jalan yang ke arah jeruklegi masbro. Kebetulan jalan ini sedang dalam pengecoran, jadi masih bisa dilalui sepeda motor. Setelah sempat beberapa kali bertanya kepada penduduk setempat, akhirnya kami memutuskan menitipkan motor di salah satu rumah warga, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, katanya sih kurang lebih 1 km.

image

Belok kiri

Dari jalan utama, jalan ke curug penampen belok ke kiri masuk ke ladang warga. Untuk patokan pastinya, bisa dilihat dari kejauhan kok, letak curug rata-rata berada di cekungan bukit, jadi kalau takut nyasar ya tinggal lihat saja ke cekungan tersebut. Gampang kan?

Nah, perjalanan selanjutnya lumayan bikin bingung. Sempat bertanya pada warga yang sedang mencari kayu bakar, ternyata jalan yang harus ditempuh adalah jalan setapak berliku-liku, naik turun, bahkan harus beberapa kali menyeberangi sungai kecil.

image

image

Harus menyeberangi sungai kecil

image

Naik turun juga

image

Jalan setapak melewati ladang

image

Beruntung saat itu airnya sedang surut, jadi gak harus berenang dulu nyebrang sungainya,hehe. Lumayan menantang bukan?

Eits,tunggu dulu, itu masih belum seberapa masbro. Setelah perjalanan yang cukup menguras keringat, akhirnya sampai lah kami di depan curug penampen. Naah, disini aksesnya lebih susah lagi. Gak ada jalan setapak yang menuju ke curug, jadi harus lewat sungai melewati bebatuan besar yang licin. Harus super ekstra hati-hati kalau gak ingin jatuh dan tercebur ke sungai.

image

Turun ke sungai

image

Bebatuan besar yang harua dilewati

Lihat batu-batu besar ini masbro. Kalau tidak hati-hati, resiko tergelincir dan jatuh siap menemani setiap langkah kita. Buat yang berencana mengajak teman wanitanya kesini, harus benar-benar waspada ya..

image

Akhirnya sampai juga

Setelah lompat kesana kemari bahkan harus merangkak menaiki bebatuan yang besarnya lumayan juga, akhirnya sampai juga di curug penampen. Taraaaaa….

image

Tuh curugnya dah kelihatan

Hmm, kok kecil airnya ya.. Tapi gak papa deh, yang penting masih ada airnya biarpun cuma dikit, lumayan bisa buat mandi ngilangin keringat setelah menempuh perjalanan tadi. Kebetulan saat sampai disini suasana sangat sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang sedang naik di atas curug, jadi bebas nih menikmati segarnya gemericik air curug penampen.
Seperti biasa layaknya wisatawan masa kini, sesi poto-poto pun gak ketinggalan. Berbagai macam pose dilakukan di bawah guyuran air terjun kecil ini. Yang penting harus ekstra hati-hati, karena batu-batunya sangat tajam dan juga licin masbro.

image

Bertapa dulu,hehehe

image

Menikmati suasana curug penampen

image

Ketinggiannya lumayan sih, sayang airnya sedikit

image

Mandi sambil berpoto ria

image

Pose dulu

image

Mari kita lestarikan

Sangat disayangkan, keindahan curug penampen pun tidak luput dari keisengan tangan-tangan jahil. Aksi vandalisme mencoret-coret bebatuan dan dinding curug, sedikit merusak pemandangan. Seharusnya para pengunjung bersama-sama menjaga keasrian dan keindahan curug penampen ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mencoret-coret  masbro..

Setelah puas bermain air dan menikmati pemandangan curug penampen, kami pun bergegas pulang. Nah.buat masbro yang pengin kesini juga, silahkan bawa teman yang banyak ya. Supaya keberadaan curug Penampen lebih terekspos lagi.

Jangan lupa komentar dan share sebanyak-banyaknya, terima kasih..

tulisan terakhir

Post by : samzurry
Twitter : @samzurry
FB Fanspage : redcs1.com
Email : samzurry@gmail.com
Youtube channel : samzurry
Path : samzurry
Google+ : samzurry
Instagram : samzurry
Blog Author : redcs1.com | samzurry.wordpress.com

One thought on “Melihat dari dekat Curug penampen

  1. Will I be able to make a same day appointment
    to see the vet. Unless your breeder or vet advises, it is not necessary to add canned puppy food to your
    puppy’s dry kibble. You need a vet that will speak to you,
    not down to you as if you were not intelligent.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s