CRASH: menabrak penyeberang jalan kaki di tikungan

Holaa masbro. Kali ini saya akan sedikit flashback beberapa bulan yang lalu saat mengalami kecelakaan ketika sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota. Dalam kecelakaan tersebut mengakibatkan korban luka seorang penyebrang jalan kaki yang mengalami patah tulang selangka kanan dan harus dioperasi, sedangkan saya sendiri hanya lecet-lecet sedikit selain rasa nyeri akibat benturan dibeberapa bagian tubuh.

Kebetulan saat itu saya memakai safety gear lumayan lengkap, helm, jaket,sarung tangan, sepatu, knee protector,sehingga alhamdulillah terhindar dari luka yang lebih parah. Kondisi safety gear sendiri setelah saya periksa hanya sobek sedikit di lengan kanan jaket dan bekas goresan di knee protector. Hmm, bisa dibayangkan kan seandainya lutut saya tidak terlindung knee protector tersebut, pasti minimal tempurung lutut saya akan terluka cukup dalam akibat terbentur dan tergerus kerasnya aspal jalanan.

Sedangkan untuk helm sendiri setelah saya periksa masih dalam kondisi mulus tanpa ada bekas benturan sama sekali. Padahal saat itu saya merasakan leher saya sangat nyeri akibat kepala terbentur sesuatu, yang tadinya saya kira terbentur aspal, namun setelah saya analisa kembali ternyata helm membentur badan si korban sehingga nyaris tanpa lecet sedikitpun. Kondisi kepala pun selamat, hanya sedikit nyeri di tulang pipi akibat terbentur lapisan keras helm.

Untuk kondisi motor sendiri juga tidak terlalu parah, hanya beberapa part yang sedikit bengkok dan lecet pada fairing akibat tergerus aspal. Si pembonceng pun yang sempat terlempar bersama motor hanya mengalami lecet di tulang kering dan sobek pada sepatunya. Sampai beberapa jam sesudah kejadian baru terasa badan sakit semua, terutama tulang selangka kiri saya terasa sangat nyeri, sehingga saya menyempatkan diri melakukan ronsen untuk memastikan tidak ada tulang yang retak atau patah, alhamdulillah hanya memar meskipun sakitnya baru hilang setelah hampir satu bulan.

Kronologis kejadian berawal dari adanya blindspot di sebuah tikungan parabolik, korban menyeberang pas ditikungan tersebut sehingga saya tidak sempat menghindar, dan korban sendiri juga sepertinya sedang melamun karena saat saya membunyikan klakson beberapa kali seperti tidak mendengarnya. Selain itu ternyata ditikungan tersebut terdapat sebuah mobil truk yang sedang parkir di tepi jalan, mengakibatkan pandangan dari posisi saya terhalang sehingga tidak bisa melihat ada penyeberang jalan.

Karena sedang dalam posisi menikung saya berpikir sudah tidak sempat untuk melakukan pengereman keras, maka satu-satunya harapan adalah dengan berusaha menghindari si penyeberang jalan tersebut. Sambil membunyikan klakson beberapa kali, berharap si penyeberang yang baru jalan beberapa langkah mendengar dan melihat posisi saya, lalu berhenti atau mundur lagi, maka saya memutuskan untuk mengambil jalan didepannya.

Namun ternyata saya salah perhitungan. Si penyeberang jalan tersebut ternyata tidak merespon klakson saya, dan masih fokus melihat ke arah kiri sambil terus berjalan ke tengah. Akibatnya fatal, saya berteriak lalu semuanya terasa gelap.

Saat mulai sadar, ternyata saya sudah tergeletak di atas aspal, dengan kepala sedikit pusing dan leher yang terasa sangat linu. Saat menoleh ke arah motor, ternyata motor dan pembonceng sudah terlempar beberapa meter jauhnya, beruntung tidak ada mobil yang menabraknya dari arah berlawanan. Kemudian saya menoleh ke arah korban yang tergeletak disamping saya, lalu bergegas bangun untuk menolongnya.

Dengan perasaan tidak karuan, saya langsung memeriksa kondisi korban, mulai dari kaki, tangan, tampak luka lebam pada pipi kanannya. Dengan dibantu warga, korban diangkat ke tepi jalan, lalu berusaha menghentikan mobil untuk menolong membawa korban ke rumah sakit terdekat. Selama di dalam mobil, korban terus merintih kesakitan. Melihat kondisinya, saya hampir bisa memastikan pasti ada luka dalam pada korban, sehingga mau tidak mau harus dilakukan ronsen untuk lebih jelasnya.

Singkatnya, setelah ronsen, korban ternyata patah tulang selangka kanan dan harus dioperasi untuk menyambungnya kembali. Dikarenakan dokter di rumah sakit tersebut tidak tersedia untuk 3 hari kedepan, keluarga korban memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit lain. Sedangkan untuk meringankan beban biaya pengobatan, saya dan keluarga korban meminta surat pengantar ke pos polisi terdekat sebagai syarat pengajuan klaim asuransi jasa raharja.

Alhamdulillah sekarang kondisi korban sudah sedang dalam tahap penyembuhan. Terima kasih banyak saya ucapkan terutama buat almarhum mas Teguh yang telah banyak membantu saya dan korban, meskipun sedang dalam kondisi sakit namun tetap meluangkan waktu dan tenaganya selama korban dirumah sakit. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mas Teguh. Aamiin.

tulisan terakhir

Post by : samzurry
Twitter : @samzurry
FB Fanspage : redcs1.com
Email : samzurry@gmail.com
Youtube channel : samzurry
Path : samzurry
Google+ : samzurry
Instagram : samzurry
Blog Author : redcs1.com | samzurry.wordpress.com

One thought on “CRASH: menabrak penyeberang jalan kaki di tikungan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s