Martabak Alim Condet

image

Hollaaaa guysss…
Buat kamu yang hobi kuliner di sekitaran Jakarta pasti pernah dengar, atau pernah lihat, atau bahkan pernah nyicipin yang namanya martabak bangka, khususnya yang bermerek Martabak Alim, Rajanya martabak. Yup, kali ini saya mau sedikit cerita saat pernah menjadi bagian dari salah satu cabangnya. Cekidot..

Martabak Alim sendiri adalah sebuah merek dagang yang dikelola dengan sistem franchise. Dimana orang yang memiliki modal akan membayar sejumlah uang untuk bisa membuka usaha sejenis dengan merk tersebut. Selanjutnya si pembeli merk tersebut tinggal menyediakan tempat, sedangkan tenaga dan suplay bahan baku beserta peralatan akan diberi oleh pemilik merk. Di Jakarta sendiri ada puluhan cabang Martabak Alim. Sedangkan tempat saya pernah bekerja ini, martabak Alim cabang perempatan Condet, Jakarta Timur, pemiliknya adalah kakak kandung dari pemilik merek Martabak Alim.

Yup, mereka adalah 3 bersaudara keturunan chinese asal bangka yang mengadu nasib di Jakarta dengan merintis usaha kuliner martabak khas bangka belitung. Kakak paling tua, koh Abot membuka usaha di daerah Tangerang. Yang nomer dua,bos saya, koh Along, memegang 1 cabang di condet, dan 1 cabang di jl.Hankam Sumir dipegang anak tertuanya. Sedangkan yang paling bungsu, koh Alim, adalah yang memiliki ide menjual sistem franchise usaha ini dengan merek dagang namanya sendiri, Martabak Alim.

Usaha kuliner martabak manis sendiri sepertinya sudah begitu menjamur di Jakarta guys. Mulai dari yang kecil-kecilan dengan memakai gerobak dorong, sampai yang modern dengan outlet-outlet yang tersebar di berbagai penjuru. Bahkan di daerah Condet sendiri, lebih gampang menemukan penjual martabak manis daripada penjual mi ayam! Hahaha..

image

Nah, tentang cerita saya bisa ikut terlibat( bekerja) di salah satu cabang Martabak Alim ini sebenarnya gak disengaja. Awalnya saya yang datang dari kampung dengan tujuan memenuhi undangan interview sebuah perusahaan di Bekasi, setelah sempat melakukan wawancara dan memberikan sejumlah uang yang katanya untuk biaya training, namun ketika sampai di tempat saudara yang kebetulan dekat dengan tempat trainingnya, ternyata diduga perusahaan tersebut rada gak beres masbro..

Akhirnya setelah sempat berdiskusi dengan sang kakak, saya memutuskan tidak melanjutkan urusan dengan perusahaan tersebut. Selanjutnya sambil numpang ditempat kakak, saya beberapa kali mencoba mencari pekerjaan lain, bahkan beberapa kali mengikuti tes kerja, namun ternyata belum juga membuahkan hasil.

Sampai akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, ada tetangga yang nawarin untuk bekerja di salah satu usaha martabak di sekitar situ. Awalnya sempat ragu sih, karena yang ada dalam bayangan saya nanti jualannya pasti pake gerobak yang besar, cape dorong-dorongnya. Tapi setelah ngecek langsung ke tempatnya, yang ternyata adalah sebuah kios yang cukup besar, lalu kerumah sang pemilik untuk tanya-tanya,saya setuju untuk bekerja disana.

Sebenarnya dalam hati kecil saya ada sedikit tantangan,dari yang biasa kerja sebagai karyawan pabrik, pengin ngerasain bagaimana sih dunia dagang itu, dan sekalian ngetes mental apakah berani berhadapan langsung dengan konsumen. Selain itu gak enak juga sih kalau kelamaan nganggur dan numpang di tempat saudara. Jadi, yaa that’s the beginning..

image

Jam kerjanya sendiri gak bisa disamain dengan jam kerja di pabrik yang hanya 8 jam guys. Mulai buka kios sekitar pukul 8 pagi, dari 5 orang karyawan bagi-bagi tugas, ada yang belanja bahan-bahan di pasar terdekat, ada yang nyuci perabotan, ada yang nyapu dan ngepel, dan biasanya pekerjaan beres-beres ini baru bisa beres sekitar pukul 11 siang, bersamaan dengan pulangnya karyawan yang belanja.

Jam 11 siang, baru deh nyiapin bahan-bahannya. Ada yang membuat adonan untuk martabak manis, ada juga yang bikin adonan buat martabak telor, yang lain nyiapin kardus pembungkusnya. Semua persiapan tersebut baru selesai sekitar jam 2 siang. Sebelum mulai jualan, beberapa orang akan istirahat untuk pulang ke mess mandi dan makan siang, setelah selasai kembali ke kios untuk gantian dengan yang belum istirahat.

Nah, kios benar-benar siap jualan sekitar pukul 4 sore. Dan biasanya mulai pukul 5 sore sampai 9 malam pembeli datang bergantian nonstop, jam-jam ini adalah yang paling bikin sibuk guys. Bahkan kalau weekend, tangan sampai pegel banget deh haha..

Kalau sudah jam 10 malam biasanya pembeli mulai sepi, kasir mulai menghitung hasil penjualan, yang lain mulai beres-beres alat. Jam 11 setelah semuanya beres, si bos memberi upah yang emang dibayar harian, lalu baru deh kiosnya tutup dan pulang.

Oia, untuk tidur sudah disediakan tempat sendiri, sebuah bangunan lawas bekas usaha catering. Tempatnya rada-rada serem sih, tidurnya kalau yang cewe dikamar, sedangkan yang cowo di luar kamar, cari tempat masing. Untuk makan sudah disediakan beras, sedangkan lauknya beli sendiri, haha…

Untuk suka dukanya selama 6 bulan kerja disini, yang bikin gak betah paling soal jam kerjanya yang kelewat lama, juga liburnya yang cuma sekali sebulan, itu juga kalau minta. Yang bikin betahnya, teman kerjanya asik-asik, kasirnya juga cakep, dan yang paling asik ya bisa makan martabak sepuasnya setiap hari…

image

Kalau ada yang pengin tau soal racikan bahan-bahannya apa aja, maap ya itu rahasia perusahaan, hahaha…
Gak ding, aslinya dah lupa sih..
Sebenarnya banyak yang nawarin buat nyoba buka usaha jualan martabak gini lagi, tapi karena merasa skillnya belum cukup, gak sanggup deh..

image

Ok kayaknya cukup sekian dulu story yang gak penting ini. Maapin deh kalau kamu bacanya sampai ngantuk haha.,

See you next article…

tulisan terakhir

Post by : samzurry
Twitter : @samzurry
FB Fanspage : redcs1.wordpress.com
Email : samzurry@gmail.com
Youtube channel : samzurry
Path : samzurry
Google+ : samzurry
Instagram : samzurry
Blog Author : redcs1.wordpress.com | samzurry.wordpress.com

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s