Bukan Ayah yang galak…

“Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!” suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut.

Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara.

Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain.

Baca lebih lanjut

Kisah Nyata Calon Istri Kedua

Sebuah akun bernama Jelita Cinta mengajukan pertemanan. Aku langsung klik kotak biru konfirmasi, seperti biasanya, ternyata dia juga anggota Komunitas Bisa Menulis. Setiap kali posting karya, kehadirannya sebagai kawan baru agak mengejutkanku. Dia sangat akrab dan ramah. Selain menyumbang jempol, dia juga selalu memberikan pujian bahkan kadang mengajukan pertanyaan sekitar isi naskah.
Baca lebih lanjut